Makna Huruf Hijaiyah

6:53 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Makna Huruf Hijaiyah - Seorang Yahudi mendatangi Rasulullah صلى الله عليه وسلم seraya bertanya, “Apa makna huruf hijaiyah?”.


Rasulullah صلى الله عليه وسلمberkata kepada Ali bin Abi Thalib, “Jawablah pertanyaannya, wahai Ali!”. Kemudian Rasulullah saw berdoa, “Ya Allah, jadikanlah dia berhasil dan bantulah dia.”
Ali berkata, “Setiap huruf hijaiyah adalah nama-nama Allah.” Ia melanjutkan:
Alif (ا): Ismullah (nama Allah), yang tiada Tuhan selain-Nya. Dia selalu hidup, Maha Mandiri dan Mahakuasa.
Ba’ (ﺏ): al Baqi’ (Mahakekal), setelah musnahnya makhluk.
Ta (ﺕ): al Tawwab (Maha Penerima Taubat) dari hamba-hamba-Nya.
Tsa’ (ﺙ): al Tsabit (Yang Menetapkan) keimanan hamba-hamba-Nya.
Jim (ﺝ) : Jalla Tsanauhu (Yang Mahatinggi Pujian-Nya), kesucian-Nya, dan nama-nama-Nya yang tiada berbatas.
Ha’ (ﺡ): al Haq, al Hayyu, wa al Halim (Yang Mahabenar, Mahahidup, dan Mahabijak).
Kha (ﺥ): al Khabir (Yang Mahatahu) dan Mahalihat. Sesungguhnya Allah Mahatahu apa yang kalian kerjakan.
Dal (ﺩ): Dayyanu yaumi al din (Yang Mahakuasa di Hari Pembalasan).
Dzal (ﺫ): Dzu al Jalal wa al Ikram (Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).
Ra (ﺭ): al Rauf (Mahasayang).
Zay (ﺯ): Zainul Ma’budin (Kebanggaan Para Hamba).
Sin (ﺱ): al Sami al Bashir (Mahadengar dan Mahalihat).
Syin (ﺵ): Syakur (Maha Penerima ungkapan terima kasih dari hamba-hamba-Nya).
Shad (ﺹ) : al Shadiq (Mahajujur) dalam menepati janji. Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janji-Nya.
Dhad (ﺽ): al Dhar wa al Nafi (Yang Menangkal Bahaya dan Mendatangkan Manfaat).
Tha (ﻁ): al Thahir wal al Muthahir (Yang Mahasuci dan Menyucikan).
Zha (ظ): Zhahir (Yang Tampak dan Menampakkan Kebesaran-Nya).
‘Ain (ﻉ): al ’Alim (Yang Mahatahu) atas segala sesuatu.
Ghain (ﻍ): Ghiyats al Mustaghitsin (Penolong bagi yang memohon pertolongan) dan Pemberi Perlindungan.
Fa (ف): Yang Menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
Qaf (ﻕ): Yang Mahakuasa atas makhluk-Nya.
Kaf (ﻙ): al Kafi (Yang Memberikan Kecukupan) bagi semua makhluk, tiada yang serupa dan sebanding dengan-Nya.
Lam (ﻝ): Lathif (Mahalembut) terhadap hamba-hamba-Nya dengan kelembutan khusus dan tersembunyi.
Mim (ﻡ): Malik ad dunya wal akhirah (Pemilik dunia dan akhirat).
Nun (ن): Nur (Cahaya) langit, cahaya bumi, dan cahaya hati orang-orang beriman.
Waw (ﻭ): al Wahid (Yang Mahaesa) dan tempat bergantung segala sesuatu.
Haa (ه): al Hadi (Maha Pemberi Petunjuk) bagi makhluk-Nya. Dialah yang menciptakan segala sesuatu dan memberikan petunjuk.
Lam alif (لآ): lam tasydid dalam lafadz Allah untuk menekankan keesaan Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya.
Ya (ﻱ): Yadullahbasithun lil khalqi (Tangan Allah terbuka bagi makhluk). Kekuasaan dan kekuatan-Nya meliputi semua tempat dan semua keberadaan.
Rasulullah saw bersabda, ”Wahai Ali, ini adalah perkataan yang Allah rela terhadapnya.” Dalam riwayat dijelaskan bahwa Yahudi itu masuk Islam setelah mendengar penjelasan Sayyidina Ali.(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Aplikasi Android untuk Belajar Tajwid

1:46 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Aplikasi Android untuk Belajar Tajwid - Berikut adalah Aplikasi Android untuk Belajar Tajwid berbahasa Indonesia dan Gratis :


Aplikasi Android untuk Belajar Tajwid

Iqro Lengkap APK. Cara cepat dan mudah menuju baca Alquran yang baik,tartil dan tajwid yang benar.
Download

Belajar Mengaji Al-Qur'an.  Belajar Mengaji Al-Qur'an adalah sebuah aplikasi ringan untuk memudahkan bagi siapa pun, anak-anak, remaja, hingga orang tua, yang hendak mempelajari bagaimana cara mengaji Al-Qur'an yang disusun secara sistematis mulai dari yang paling dasar hingga ke level yang lebih tinggi.
Belajar Mengaji Al-Qur'an dilengkapi dengan tampilan menarik yang ditujukan para pengguna, khususnya anak-anak, untuk lebih semangat dalam belajar membaca Al-Qur'an, menuliskan huruf-huruf Arab (Al-Qur'an), dan dilengkapi dengan audio yang membantu dalam pengucapan yang benar.

Berikut adalah materi pembelajaran mengenai Belajar Mengaji Al-Qur'an:
- Huruf Hijaiyah
- Iqra
- Vokal Pendek ( Fathah, Kasrah, Dhammah )
- Tajwid & Tanwin
- Sukun
- Madd Murni
- Yaa, Waw Leen & Qalqalah
- Madd Panjang
- Syaddah
- Hafalan Surat Pendek Dengan Audio
- 114 Surat Al-Qur'an mp3

Aplikasi ini dikembangkan oleh developer lokal iMajlis Mobile. Kami sangat berharap agar aplikasi ini dapat bermanfaat bagi umat Islam dan kami sangat mengharapkan peran aktif rekan-rekan dalam memberikan sumbangsih kritik maupun saran yang membangun bagi perkembangan aplikasi ini dan aplikasi kami lainnya ke depan.

Download


Alquran Indonesia. Mushaf Alquran.



Download

(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Ayat Sajadah

2:07 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ayat Sajadah - Ayat Sajadah adalah ayat-ayat tertentu dalam Al Qur'an yang bila dibaca disunnahkan bagi yang membaca dan mendengarnya untuk melakukan sujud tilawah.

Jadi Sujud Tilawah adalah sujud bacaan ketika mendengar ayat sajadah.

Sujud tilawah dilakukan satu kali,  baik dalam shalat maupun luar shalat, barang siapa yang membaca atau mendengar ayat sajadah, disunatkan bertakbir lalu sujud dan membaca doa sujud tilawah.

Dari Ibnu Umar ra. Berkata : “Sesungguhnya Nabi Shalallahu 'Alayhi Wasallam pernah membaca Alqur’an di depan kami ketika beliau melalui (membaca) ayat sajadah beliau takbir, lalu sujud kamipun sujud pula bersama-sama beliau”. (HR. Turmudzi).

Hukum Sujud Tilawah  Sujud tilawah adalah sunat menurut pendapat jumhur ulama.

Hukum sunat ini bersandarkan hadis yang diriwayatkan oleh Al-Syaikhain (Al-Bukhari dan Muslim) daripada Ibnu Umar katanya yang maksudnya :

"Bahwasanya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wasallam telah membaca al-Qur’an, lalu Baginda membaca satu surah yang di dalamnya ada ayat ‘sajadah’, maka Baginda pun bersujud lalu kami pun sujud bersama-sama Baginda sehingga sebahagian daripada kami tidak mendapati tempat untuk meletakkan dahinya”.

Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu tentang fadhilah/faedah melakukan sujud tilawah, Baginda bersabda yang maksudnya :

“Apabila anak Adam itu membaca ayat al-Quran yang menuntut untuk sujud, syaitan akan mengasingkan dirinya lalu menangis dan berkata:” “Celakalah! Anak Adam telah diperintahkan untuk sujud ia pun sujud, maka baginya balasan syurga, dan aku diperintahkan untuk sujud maka aku enggan, maka balasan bagiku adalah neraka. (Hadis riwayat Ibnu Majah)

Untuk mengenali ayat-ayat sajadah di dalam mushhaf ditanda dengan garis dan di penghujung ayat itu ditanda dengan tanda yang berbentuk seakan-akan dom masjid sementara itu di bidainya tertulis perkataan sajadah.

Kapan Sunat Sujud Tilawah Dilakukan?
Sujud tilawah itu sunat dilakukan apabila ayat sajadah itu dibaca di luar sholat bukan pada waktu-waktu yang makruh menunaikan sholat. Begitu juga sunat melakukan sujud tilawah ketika dalam sholat jika dibacakan ayat sajadah tersebut.

Syarat-Syarat Sujud Tilawah
Di dalam kitab Al-Majmuk menurut Ashahab Syafi‘ieyah bahwa Hukum Sujud Tilawah itu sama seperti hukum sholat sunat dari segi syarat-syarat sahnya sujud itu, syarat-syarat itu adalah seperti berikut:


  1. Bersih daripada hadas kecil atau besar dan juga bersih daripada najis sama ada pada tubuh badan, pakaian dan juga tempat.
  2. Orang yang hendak melakukan sujud tilawah itu juga di kehendaki dalam keadaan menutup aurat.
  3. Untuk melakukannya hendaklah menghadap kiblat.
  4. Hendaklah masuk waktunya ketika melakukan sujud itu. Adapun masuknya waktu sujud itu ialah begitu ia selesai mambaca atau mendengar keseluruhan ayat sajdah. Jika sekiranya ia bersujud sebelum lagi habis ayat itu di bacanya atau didengarnya maka sujud tilawah itu tidak sah dan tidak memadai.


Ayat-ayat ini terdapat pada 15 tempat dalam Al-Quran, yaitu;

1. Surah 7 (Al-A’Raaf) Ayat 206
2. Surah 13 (Ar-Ra’d) Ayat 15
3. Surah 16 (Al-Nahl) Ayat 50
4. Surah 17 (Al-Isra’) Ayat 109
5. Surah 19 (Maryam) Ayat 58
6. Surah 22 (Al-Hajj) Ayat 18
7. Surah 22 (Al-Hajj) Ayat 77
8. Surah 25 (Al-Furqaan) Ayat 60
9. Surah 27 (An Naml) Ayat 26
10. Surah 32 (As-Sajdah) Ayat 15
11. Surah 38 (Shaad) Ayat 24
12. Surah 41 (Fushshilat) Ayat 38
13. Surah 53 (An-Najm) Ayat 62
14. Surah 84 (Al-Insyiqaq) Ayat 21
15. Surah 96 (Al-’Alaq) Ayat 19

Bacaan sujud tilawah adalah:

“Subhaanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Allahu Akbar” 3x.

Atau membaca

 


(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Cara Mendaftar One Day One Juz

2:00 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Cara Mendaftar One Day One Juz

Galau ?
Pusing ?

Mari bergabung bersama kami di Komunitas One Day One Juz (ODOJ).

Cara Mendaftar One Day One Juz 

Cara Mendaftar One Day One Juz dapat  dilihat pada gambar di atas.

Info lebih lanjut dan atau selengkapnya dapat menghubungi tautan sebagai berikut :

1. Website One Day One Juz

2. Twitter One Day One Juz di @onedayonejuz

3. FanPage Facebook One Day Juz

4. Grup Facebook One Day One Juz

In syaa Allah, bermanfaat. :-)

#IndonesiaMengaji



Sumber foto : Foto Daftar ODOJ dari FanPage ODOJ(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hukum Waqaf

1:52 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

1. Pengertian Waqaf
Waqaf adalah menghentikan bacaan di akhir kata. Contoh:
قُلْ أَعُؤْدُ بِرَبِّ النَّاسِ  diwaqafkan menjadi  قُلْ أَعُؤْدُ بِرَبِّ النَّاسِ


2. Cara Mewaqafkan
Hal utama dalam mewaqafkan kata atau kalimat adalah dengan mematikan huruf akhir suatu kata. Adapun ketentuan dalam mewaqafkan adalah:
a. Huruf akhir suatu kata yang berharakat hidup bila diwaqafkan, dimatikan, contoh:
هُوَ                         dibaca                    هُوْ
  قَلَمٌ, قَلَمٍ             dibaca          قَلَمْ
b. Huruf akhir suatu kata yang berharakat hidup yang didahului huruf mati, bila diwaqafkan, dimatikan juga, contoh:
يَنْصُرُوْنَ                  dibaca          يَنْصُرُوْنْ
غَيْبٌ , غَيْبٍ   dibaca           غَيْبْ
c. Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya bertanwin fathah ( ً )
Waqofnya dengan alif (membuang satu baris dari tanwin Fathah tersebut , dan alif sebagai penggantinya)
خَبِيْرًا            dibaca          خَبِيْرَا
حَكِيْمًا          dibaca          حَكِيْمَا
d. Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya berbentuk huruf “Ya” (ي) dan bertanwin Fathah, waqofnya dengan Alif pula.
Contoh:
هُدًى            dibaca          هُدَى
مُسَمًّى        dibaca           مُسَمَّى
e. Kalimat yang huruf akhirnya “Ta Marbuthah” ( ة ) berlaku untuk semua baris bila diwaqofkan ( ة ) tersebut dibaca “Ha” ( ه ) contoh:
رَحْمَةً, رَحْمَةِ, رَحْمَةٌ          dibaca          رَحْمَهْ
f. Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya هُ atau       هِ wakofnya dengan cara mematikan. Contoh:
اَللّهُ       dibaca       اَللّهْ
صَا حِبِهِ           dibaca       صَا حِبِهِ
g. Waqaf Isyarah/ Waqaf Rum
Ialah mewaqafkan suatu kalimat yang huruf akhirnya hidup dan huruf sebelum akhir mati. Disebut waqaf isyarah karena ketika dibaca hanya berisyarah saja (terdengar oleh yang membaca saja dan orang yang berdekatan).
Contoh:
شَهْرٍ         diwaqafkan       شَهْرْ
فِى اْلاَرْضِ    diwaqafkan             فِى اْلاَرْضْ
h. Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya bertasydid, waqafnya dengan mematikan huruf dari kalimat (kata) tersebut, dan tasydidnya tetap tidak dibuang.
Contoh:
اَلْغَنِيُّ   diwaqafkan اَلْغَنِيْ
بَيْنَ يَدَيَّ   diwaqafkan       بَيْنَ يَدَيّْ
i. Kalimat (kata) yang huruf akhirnya “Ya” ( ي ) waqafnya dengan mematikannya. Contoh:
ايّايَ   dibaca       ايَّايْ

3. Macam-Macam Waqaf
Waqaf secara umum terbagi 4 macam, yaitu:

1. Waqaf Tam
Waqaf Tam (waqaf sempurna) ialah waqaf pada kalimat yang tidak ada kaitannya dengan kalimat yang sebelumnya baik dalam lafadz maupun maknanya. Contoh:
قَدِيْرْ            اَلْمُفْلِحُوْنَ  

2. Waqaf Kafi
Waqaf kafi (waqaf cukup) yaitu waqaf pada kalimat yang tidak ada kaitannya dengan kalimat (kata) sesudahnya, atau sebelumnya dalam lafadz akan tetapi ada kaitan dalam makna.
Contoh:
لاَيُوْمِنُوْنْ    (البقرة:  )
Karena kalimat tersebut ada kaitanya dengan kalimat ( خَتَمَ اللّه ) berkaitan maknanya yaitu “ orang-orang kafir” dalam kalimat (اَلَّذِيْنَ كَفَرُوْا  )

3. Waqaf  Hasan
Waqaf hasan ialah waqaf yang sudah sempurna susunan kalimat, akan tetapi bila menurut I’rob (tata bahasa), kalimat tersebut ada kaitannya dengan kalimat sesudah dan sebelumnya.
Jenis waqaf  ini ada 2 macam, yaitu:
Terjadi pada pertengahan ayat, seperti waqaf pada kalimat اَلْحَمْدُلِلّهِ   menurut I’rob: kalimat berikutnya:  رَبّ berhubungan dengan  اللّه tersebut.
Terjadi pada akhir ayat. Contoh:
اِلاَّالْفَاسِقِيْنْ   (البقرة: )
Karena . . .        اَلَّذِيْنَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللّهِ    ( ayat berikutnya menjadi shifat/badal dari kalimat yang diwaqafkan tersebut).

4. Waqaf Qabih
Waqaf qabih (waqaf buruk) ialah waqaf pada kalimat yang tidak sempurna, sehingga dapat menimbulkan pertanyaan, apakah tujuan sebenarnya dari kalimat tersebut.
Seperti pada:
اَلإِنْسَانَ           dari kalimat         (وَالْعَصْرِ إنَّ الإِنْسَانَ……..)

4. Tanda-Tanda Waqaf

Harus berhenti
وَقَفْ لاَزِمْ
م
Waqaf muthlaq
وَقَفْ مُطْلَقْ
ط
Boleh berhenti/tidak
وَقَفْ جَا ئِزْ
ج
Boleh berhenti
وَقَفْ مُجَوَّزْ
ز
Boleh berhenti
وَقَفْ مُرَخَّصْ
ص
Dihentikan, lebih utama
اَلْوَقَفْ اُوْلىَ
قف,قلا
Disambung lebih utama
اَلْوَصْلُ اُوْلَى
صلا
Boleh waqaf, tetapi dibaca terus lebih utama
قِيْلَ: عَلَيْهِ الْوَقَفْ
ق
Tidak boleh berhenti
لا
Seperti waqaf sebelumnya
ك
Seperti waqaf muthlaq
Tanda rubu’ atau akhir surat
ع – ء
Bila berhenti, berhentilah pada salah satu tanda tersebut, jangan pada keduanya
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين