FlashCard Hafalan Juz 30

11:42 PM 3
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

FlashCard Hafalan Juz 30 - Ramadhan sudah kita jalani selama hampir 20 hari. Pada bulan penuh rahmat ini, sudah saatnya umat Muslim merenungkan dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Salah satunya bisa dilakukan dengan membaca kitab suci Alquran. Selain membaca, dihimbau untuk umat Islam agar tidak hanya sekadar membaca Alquran. Melainkan harus didalami, dimaknai dan dijelajahi. Caranya diantaranya adalah menjaga Alquran dengan menghafalnya. Mungkin, belum sebanyak 30 Juz, sebagai pemula dapat menghafal juz 30.



FlashCard Hafalan Juz 30

Saat ini ada banyak metode atau cara untuk menghafal alquran. Satu diantaranya adalah dengan menggunakan flash card (kartu pengingat) Hafalan Alquran Juz 30. Bentuknya yang kecil sehingga memudahkan untuk dibawa kemana saja. Dalam sebuah flashcard terdapat 2 halaman (bolak-balik) yang berisi beberapa ayat alquran, terjemahan perkata dan terjemahan DEPAG RI.



Dengan harga Rp 65.000,- (belum termasuk ongkos kirim) kamu bisa belajar menghafalkan juz 30 mulai dari surat annaba (surat 78) sampai surat annas (surat 114).


Untuk pemesanan di bulan Ramadhan ini, kami berikan BONUS berupa tempat untuk meletakkan flashcard beserta gantungannya.

Untuk pemesanan, silakan hubungi :
Sofhal Jamil
Telp./SMS : 0813-1622-5758
WA : 0817-20-5958
Email : sofhal.jamil@gmail.com


(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Makna Huruf Hijaiyah

6:53 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Makna Huruf Hijaiyah - Seorang Yahudi mendatangi Rasulullah صلى الله عليه وسلم seraya bertanya, “Apa makna huruf hijaiyah?”.


Rasulullah صلى الله عليه وسلمberkata kepada Ali bin Abi Thalib, “Jawablah pertanyaannya, wahai Ali!”. Kemudian Rasulullah saw berdoa, “Ya Allah, jadikanlah dia berhasil dan bantulah dia.”
Ali berkata, “Setiap huruf hijaiyah adalah nama-nama Allah.” Ia melanjutkan:
Alif (ا): Ismullah (nama Allah), yang tiada Tuhan selain-Nya. Dia selalu hidup, Maha Mandiri dan Mahakuasa.
Ba’ (ﺏ): al Baqi’ (Mahakekal), setelah musnahnya makhluk.
Ta (ﺕ): al Tawwab (Maha Penerima Taubat) dari hamba-hamba-Nya.
Tsa’ (ﺙ): al Tsabit (Yang Menetapkan) keimanan hamba-hamba-Nya.
Jim (ﺝ) : Jalla Tsanauhu (Yang Mahatinggi Pujian-Nya), kesucian-Nya, dan nama-nama-Nya yang tiada berbatas.
Ha’ (ﺡ): al Haq, al Hayyu, wa al Halim (Yang Mahabenar, Mahahidup, dan Mahabijak).
Kha (ﺥ): al Khabir (Yang Mahatahu) dan Mahalihat. Sesungguhnya Allah Mahatahu apa yang kalian kerjakan.
Dal (ﺩ): Dayyanu yaumi al din (Yang Mahakuasa di Hari Pembalasan).
Dzal (ﺫ): Dzu al Jalal wa al Ikram (Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).
Ra (ﺭ): al Rauf (Mahasayang).
Zay (ﺯ): Zainul Ma’budin (Kebanggaan Para Hamba).
Sin (ﺱ): al Sami al Bashir (Mahadengar dan Mahalihat).
Syin (ﺵ): Syakur (Maha Penerima ungkapan terima kasih dari hamba-hamba-Nya).
Shad (ﺹ) : al Shadiq (Mahajujur) dalam menepati janji. Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janji-Nya.
Dhad (ﺽ): al Dhar wa al Nafi (Yang Menangkal Bahaya dan Mendatangkan Manfaat).
Tha (ﻁ): al Thahir wal al Muthahir (Yang Mahasuci dan Menyucikan).
Zha (ظ): Zhahir (Yang Tampak dan Menampakkan Kebesaran-Nya).
‘Ain (ﻉ): al ’Alim (Yang Mahatahu) atas segala sesuatu.
Ghain (ﻍ): Ghiyats al Mustaghitsin (Penolong bagi yang memohon pertolongan) dan Pemberi Perlindungan.
Fa (ف): Yang Menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
Qaf (ﻕ): Yang Mahakuasa atas makhluk-Nya.
Kaf (ﻙ): al Kafi (Yang Memberikan Kecukupan) bagi semua makhluk, tiada yang serupa dan sebanding dengan-Nya.
Lam (ﻝ): Lathif (Mahalembut) terhadap hamba-hamba-Nya dengan kelembutan khusus dan tersembunyi.
Mim (ﻡ): Malik ad dunya wal akhirah (Pemilik dunia dan akhirat).
Nun (ن): Nur (Cahaya) langit, cahaya bumi, dan cahaya hati orang-orang beriman.
Waw (ﻭ): al Wahid (Yang Mahaesa) dan tempat bergantung segala sesuatu.
Haa (ه): al Hadi (Maha Pemberi Petunjuk) bagi makhluk-Nya. Dialah yang menciptakan segala sesuatu dan memberikan petunjuk.
Lam alif (لآ): lam tasydid dalam lafadz Allah untuk menekankan keesaan Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya.
Ya (ﻱ): Yadullahbasithun lil khalqi (Tangan Allah terbuka bagi makhluk). Kekuasaan dan kekuatan-Nya meliputi semua tempat dan semua keberadaan.
Rasulullah saw bersabda, ”Wahai Ali, ini adalah perkataan yang Allah rela terhadapnya.” Dalam riwayat dijelaskan bahwa Yahudi itu masuk Islam setelah mendengar penjelasan Sayyidina Ali.(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Aplikasi Android untuk Belajar Tajwid

1:46 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Aplikasi Android untuk Belajar Tajwid - Berikut adalah Aplikasi Android untuk Belajar Tajwid berbahasa Indonesia dan Gratis :


Aplikasi Android untuk Belajar Tajwid

Iqro Lengkap APK. Cara cepat dan mudah menuju baca Alquran yang baik,tartil dan tajwid yang benar.
Download

Belajar Mengaji Al-Qur'an.  Belajar Mengaji Al-Qur'an adalah sebuah aplikasi ringan untuk memudahkan bagi siapa pun, anak-anak, remaja, hingga orang tua, yang hendak mempelajari bagaimana cara mengaji Al-Qur'an yang disusun secara sistematis mulai dari yang paling dasar hingga ke level yang lebih tinggi.
Belajar Mengaji Al-Qur'an dilengkapi dengan tampilan menarik yang ditujukan para pengguna, khususnya anak-anak, untuk lebih semangat dalam belajar membaca Al-Qur'an, menuliskan huruf-huruf Arab (Al-Qur'an), dan dilengkapi dengan audio yang membantu dalam pengucapan yang benar.

Berikut adalah materi pembelajaran mengenai Belajar Mengaji Al-Qur'an:
- Huruf Hijaiyah
- Iqra
- Vokal Pendek ( Fathah, Kasrah, Dhammah )
- Tajwid & Tanwin
- Sukun
- Madd Murni
- Yaa, Waw Leen & Qalqalah
- Madd Panjang
- Syaddah
- Hafalan Surat Pendek Dengan Audio
- 114 Surat Al-Qur'an mp3

Aplikasi ini dikembangkan oleh developer lokal iMajlis Mobile. Kami sangat berharap agar aplikasi ini dapat bermanfaat bagi umat Islam dan kami sangat mengharapkan peran aktif rekan-rekan dalam memberikan sumbangsih kritik maupun saran yang membangun bagi perkembangan aplikasi ini dan aplikasi kami lainnya ke depan.

Download


Alquran Indonesia. Mushaf Alquran.



Download

(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Ayat Sajadah

2:07 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ayat Sajadah - Ayat Sajadah adalah ayat-ayat tertentu dalam Al Qur'an yang bila dibaca disunnahkan bagi yang membaca dan mendengarnya untuk melakukan sujud tilawah.

Jadi Sujud Tilawah adalah sujud bacaan ketika mendengar ayat sajadah.

Sujud tilawah dilakukan satu kali,  baik dalam shalat maupun luar shalat, barang siapa yang membaca atau mendengar ayat sajadah, disunatkan bertakbir lalu sujud dan membaca doa sujud tilawah.

Dari Ibnu Umar ra. Berkata : “Sesungguhnya Nabi Shalallahu 'Alayhi Wasallam pernah membaca Alqur’an di depan kami ketika beliau melalui (membaca) ayat sajadah beliau takbir, lalu sujud kamipun sujud pula bersama-sama beliau”. (HR. Turmudzi).

Hukum Sujud Tilawah  Sujud tilawah adalah sunat menurut pendapat jumhur ulama.

Hukum sunat ini bersandarkan hadis yang diriwayatkan oleh Al-Syaikhain (Al-Bukhari dan Muslim) daripada Ibnu Umar katanya yang maksudnya :

"Bahwasanya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wasallam telah membaca al-Qur’an, lalu Baginda membaca satu surah yang di dalamnya ada ayat ‘sajadah’, maka Baginda pun bersujud lalu kami pun sujud bersama-sama Baginda sehingga sebahagian daripada kami tidak mendapati tempat untuk meletakkan dahinya”.

Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu tentang fadhilah/faedah melakukan sujud tilawah, Baginda bersabda yang maksudnya :

“Apabila anak Adam itu membaca ayat al-Quran yang menuntut untuk sujud, syaitan akan mengasingkan dirinya lalu menangis dan berkata:” “Celakalah! Anak Adam telah diperintahkan untuk sujud ia pun sujud, maka baginya balasan syurga, dan aku diperintahkan untuk sujud maka aku enggan, maka balasan bagiku adalah neraka. (Hadis riwayat Ibnu Majah)

Untuk mengenali ayat-ayat sajadah di dalam mushhaf ditanda dengan garis dan di penghujung ayat itu ditanda dengan tanda yang berbentuk seakan-akan dom masjid sementara itu di bidainya tertulis perkataan sajadah.

Kapan Sunat Sujud Tilawah Dilakukan?
Sujud tilawah itu sunat dilakukan apabila ayat sajadah itu dibaca di luar sholat bukan pada waktu-waktu yang makruh menunaikan sholat. Begitu juga sunat melakukan sujud tilawah ketika dalam sholat jika dibacakan ayat sajadah tersebut.

Syarat-Syarat Sujud Tilawah
Di dalam kitab Al-Majmuk menurut Ashahab Syafi‘ieyah bahwa Hukum Sujud Tilawah itu sama seperti hukum sholat sunat dari segi syarat-syarat sahnya sujud itu, syarat-syarat itu adalah seperti berikut:


  1. Bersih daripada hadas kecil atau besar dan juga bersih daripada najis sama ada pada tubuh badan, pakaian dan juga tempat.
  2. Orang yang hendak melakukan sujud tilawah itu juga di kehendaki dalam keadaan menutup aurat.
  3. Untuk melakukannya hendaklah menghadap kiblat.
  4. Hendaklah masuk waktunya ketika melakukan sujud itu. Adapun masuknya waktu sujud itu ialah begitu ia selesai mambaca atau mendengar keseluruhan ayat sajdah. Jika sekiranya ia bersujud sebelum lagi habis ayat itu di bacanya atau didengarnya maka sujud tilawah itu tidak sah dan tidak memadai.


Ayat-ayat ini terdapat pada 15 tempat dalam Al-Quran, yaitu;

1. Surah 7 (Al-A’Raaf) Ayat 206
2. Surah 13 (Ar-Ra’d) Ayat 15
3. Surah 16 (Al-Nahl) Ayat 50
4. Surah 17 (Al-Isra’) Ayat 109
5. Surah 19 (Maryam) Ayat 58
6. Surah 22 (Al-Hajj) Ayat 18
7. Surah 22 (Al-Hajj) Ayat 77
8. Surah 25 (Al-Furqaan) Ayat 60
9. Surah 27 (An Naml) Ayat 26
10. Surah 32 (As-Sajdah) Ayat 15
11. Surah 38 (Shaad) Ayat 24
12. Surah 41 (Fushshilat) Ayat 38
13. Surah 53 (An-Najm) Ayat 62
14. Surah 84 (Al-Insyiqaq) Ayat 21
15. Surah 96 (Al-’Alaq) Ayat 19

Bacaan sujud tilawah adalah:

“Subhaanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Allahu Akbar” 3x.

Atau membaca

 


(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Cara Mendaftar One Day One Juz

2:00 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Cara Mendaftar One Day One Juz

Galau ?
Pusing ?

Mari bergabung bersama kami di Komunitas One Day One Juz (ODOJ).

Cara Mendaftar One Day One Juz 

Cara Mendaftar One Day One Juz dapat  dilihat pada gambar di atas.

Info lebih lanjut dan atau selengkapnya dapat menghubungi tautan sebagai berikut :

1. Website One Day One Juz

2. Twitter One Day One Juz di @onedayonejuz

3. FanPage Facebook One Day Juz

4. Grup Facebook One Day One Juz

In syaa Allah, bermanfaat. :-)

#IndonesiaMengaji



Sumber foto : Foto Daftar ODOJ dari FanPage ODOJ(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hukum Waqaf

1:52 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

1. Pengertian Waqaf
Waqaf adalah menghentikan bacaan di akhir kata. Contoh:
قُلْ أَعُؤْدُ بِرَبِّ النَّاسِ  diwaqafkan menjadi  قُلْ أَعُؤْدُ بِرَبِّ النَّاسِ


2. Cara Mewaqafkan
Hal utama dalam mewaqafkan kata atau kalimat adalah dengan mematikan huruf akhir suatu kata. Adapun ketentuan dalam mewaqafkan adalah:
a. Huruf akhir suatu kata yang berharakat hidup bila diwaqafkan, dimatikan, contoh:
هُوَ                         dibaca                    هُوْ
  قَلَمٌ, قَلَمٍ             dibaca          قَلَمْ
b. Huruf akhir suatu kata yang berharakat hidup yang didahului huruf mati, bila diwaqafkan, dimatikan juga, contoh:
يَنْصُرُوْنَ                  dibaca          يَنْصُرُوْنْ
غَيْبٌ , غَيْبٍ   dibaca           غَيْبْ
c. Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya bertanwin fathah ( ً )
Waqofnya dengan alif (membuang satu baris dari tanwin Fathah tersebut , dan alif sebagai penggantinya)
خَبِيْرًا            dibaca          خَبِيْرَا
حَكِيْمًا          dibaca          حَكِيْمَا
d. Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya berbentuk huruf “Ya” (ي) dan bertanwin Fathah, waqofnya dengan Alif pula.
Contoh:
هُدًى            dibaca          هُدَى
مُسَمًّى        dibaca           مُسَمَّى
e. Kalimat yang huruf akhirnya “Ta Marbuthah” ( ة ) berlaku untuk semua baris bila diwaqofkan ( ة ) tersebut dibaca “Ha” ( ه ) contoh:
رَحْمَةً, رَحْمَةِ, رَحْمَةٌ          dibaca          رَحْمَهْ
f. Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya هُ atau       هِ wakofnya dengan cara mematikan. Contoh:
اَللّهُ       dibaca       اَللّهْ
صَا حِبِهِ           dibaca       صَا حِبِهِ
g. Waqaf Isyarah/ Waqaf Rum
Ialah mewaqafkan suatu kalimat yang huruf akhirnya hidup dan huruf sebelum akhir mati. Disebut waqaf isyarah karena ketika dibaca hanya berisyarah saja (terdengar oleh yang membaca saja dan orang yang berdekatan).
Contoh:
شَهْرٍ         diwaqafkan       شَهْرْ
فِى اْلاَرْضِ    diwaqafkan             فِى اْلاَرْضْ
h. Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya bertasydid, waqafnya dengan mematikan huruf dari kalimat (kata) tersebut, dan tasydidnya tetap tidak dibuang.
Contoh:
اَلْغَنِيُّ   diwaqafkan اَلْغَنِيْ
بَيْنَ يَدَيَّ   diwaqafkan       بَيْنَ يَدَيّْ
i. Kalimat (kata) yang huruf akhirnya “Ya” ( ي ) waqafnya dengan mematikannya. Contoh:
ايّايَ   dibaca       ايَّايْ

3. Macam-Macam Waqaf
Waqaf secara umum terbagi 4 macam, yaitu:

1. Waqaf Tam
Waqaf Tam (waqaf sempurna) ialah waqaf pada kalimat yang tidak ada kaitannya dengan kalimat yang sebelumnya baik dalam lafadz maupun maknanya. Contoh:
قَدِيْرْ            اَلْمُفْلِحُوْنَ  

2. Waqaf Kafi
Waqaf kafi (waqaf cukup) yaitu waqaf pada kalimat yang tidak ada kaitannya dengan kalimat (kata) sesudahnya, atau sebelumnya dalam lafadz akan tetapi ada kaitan dalam makna.
Contoh:
لاَيُوْمِنُوْنْ    (البقرة:  )
Karena kalimat tersebut ada kaitanya dengan kalimat ( خَتَمَ اللّه ) berkaitan maknanya yaitu “ orang-orang kafir” dalam kalimat (اَلَّذِيْنَ كَفَرُوْا  )

3. Waqaf  Hasan
Waqaf hasan ialah waqaf yang sudah sempurna susunan kalimat, akan tetapi bila menurut I’rob (tata bahasa), kalimat tersebut ada kaitannya dengan kalimat sesudah dan sebelumnya.
Jenis waqaf  ini ada 2 macam, yaitu:
Terjadi pada pertengahan ayat, seperti waqaf pada kalimat اَلْحَمْدُلِلّهِ   menurut I’rob: kalimat berikutnya:  رَبّ berhubungan dengan  اللّه tersebut.
Terjadi pada akhir ayat. Contoh:
اِلاَّالْفَاسِقِيْنْ   (البقرة: )
Karena . . .        اَلَّذِيْنَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللّهِ    ( ayat berikutnya menjadi shifat/badal dari kalimat yang diwaqafkan tersebut).

4. Waqaf Qabih
Waqaf qabih (waqaf buruk) ialah waqaf pada kalimat yang tidak sempurna, sehingga dapat menimbulkan pertanyaan, apakah tujuan sebenarnya dari kalimat tersebut.
Seperti pada:
اَلإِنْسَانَ           dari kalimat         (وَالْعَصْرِ إنَّ الإِنْسَانَ……..)

4. Tanda-Tanda Waqaf

Harus berhenti
وَقَفْ لاَزِمْ
م
Waqaf muthlaq
وَقَفْ مُطْلَقْ
ط
Boleh berhenti/tidak
وَقَفْ جَا ئِزْ
ج
Boleh berhenti
وَقَفْ مُجَوَّزْ
ز
Boleh berhenti
وَقَفْ مُرَخَّصْ
ص
Dihentikan, lebih utama
اَلْوَقَفْ اُوْلىَ
قف,قلا
Disambung lebih utama
اَلْوَصْلُ اُوْلَى
صلا
Boleh waqaf, tetapi dibaca terus lebih utama
قِيْلَ: عَلَيْهِ الْوَقَفْ
ق
Tidak boleh berhenti
لا
Seperti waqaf sebelumnya
ك
Seperti waqaf muthlaq
Tanda rubu’ atau akhir surat
ع – ء
Bila berhenti, berhentilah pada salah satu tanda tersebut, jangan pada keduanya
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hukum Qalqalah

1:50 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Hukum Qalqalah - Menurut bahasa qalqalah artinya gerak, sedangkan menurut istilah qalqalah adalah bunyi huruf yang memantul bila ia mati atau dimatikan, atau suara membalik dengan bunyi rangkap.


Adapun huruf qalqalah terdiri atas lima huruf, yaitu : ق , ط , ب , ج , د agar mudah dihafal dirangkai menjadi قُطْبُ جَدٍ .

Macam-macam Qalqalah :



  1. Qalqalah Kubra (besar) yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris hidup, dimatikan karena waqaf. inilah Qalqalah yang paling utama, cara membacanya dikeraskan qalqalahnya. Contoh : مَا خَلَقَ . أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ . زَوْجٍ بَهِيْجٍ .
  2. Qalqalah Sugra (kecil) yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris mati, tetapi tidak waqaf padanya,caranya membacanya kurang dikeraskan Qalqalahnya.Contoh :   يَقْطَعُوْنَ     إِلاَّ إِبْلِيْسَ    وَمَا أَدْرَاكَ(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hukum Ra’

1:46 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Hukum Ra’


Hukum Ra’ terbagi dua bagian yaitu Tafkhim dan Tarqiq.



A. Pengertian Tafkhim dan Tarqiq

Tafkhim (تَفْخِيْمُ) merupakan masdar dari fakhkhama (فَخَّمَ) yang berarti menebalkan. Sedang yang dimaksud dengan bacaan tafkhim adalah membunyikan huruf-huruf tertentu dengan suara atau bacaan tebal. Pada pengertian itu dapat disimpulkan, bahwa bacaan-bacaan tafkhim itu menebalkan huruf tertentu dengan cara mengucapkan huruf tertentu dengan cara mengucapkan huruf di bibir (mulut) dengan menjorokkan ke depan, bacaan tafkhim kadang-kadang disebut sebagai isim maf’ul mufakhkhamah (مُفَخَّمَةٌ).



Tarqiq (تَرْقِيْقٌ)  merupakan  bentuk  masdar   dari   roqqoqo   (رَقَّقَ)   yang    berarti menipiskan. Sedang yang dimaksud dengan bacaan tarqiq adalah membunyikan huruf-huruf tertentu dengan suara atau bacaan tipis. Pada pengertian itu tampak, bahwa tarqiq menghendaki adanya bacaan yang tipis dengan cara mengucapkan hurur di bibir (mulut) agak mundur sedikit dan tmpak agak meringis. Bacaan tarqiq kadang-kadang disebut sebagai isim maf’ulnya, yakni muraqqoqoh (مُرَقَّقَةٌ).

B. Bacaan Tafkhim

Huruf hijaiyah yang wajib dibaca tafkhim terdapat tujuh huruf, yaitu huruf isti’la yang berkumpul pada kalimat: خُصَّ ضَغْطِ قِظْ, kesemuanya harus dibaca tebal.

Contoh:اُدْ خُلُوْهَا، وَالصَّآفَّاتِ، غَاسِقٍ، فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ، وَالطَّيِّبُوْنَ، فَالْحَقُّ اَقُوْلُ.

Selain ketujuh huruf tersebut harus dibaca tarqiq, kecuali huruf lam dan ra, yang mempunyai ketentuan sendiri. Pertama, huruf lam tetap dibaca tafkhim jika berada pada lafal jalalah (لَفْظُ الْجَلاَلَةِ), yakni lam yang terdapat pada lafal: dengan syarat agar lam itu didahului tanda baca fathah atau dammah.

Contoh :صَلاَةُ اللهِ، سَلاَمُ اللهِ، سُبْحَانَ اللهِ، شَهِدَ اللهُ.

Kedua, ra wajib dibaca tafkhim (tebal) apabila:

  • Ra bertanda baca fathah. Contoh:رَحْمَةَ اللهِ، حَشَرَةٌ، اَلرَّحِيْمِ، اَلْفُقَرَآءَ
  • Ra bertanda baca dammah. Contoh:اَ ْلاَخْيَارُ، كَفَرُوْا، اُذْكُرُوا اللهَ، رُفِعَتْ
  • Ra bertanda sukun (mati), sedang huruf di belakangnya berupa huruf yang difathah. Contoh:مَرْحَبًا، نَرْزُقُكُمْ، مَرْيَمُ، قَرْيَةٍ
  • Ra bertanda suku, sedang huruf di belakangnya berupa huruf yang didammah. Contoh:ذُرِّيَّةً، قُرْبَةً، عُرْيَانًا، حُرْمَةً
  • Ra yang bertanda baca sukun, sedang huruf di belakangnya berupa huruf yang dikasrah, namun kasrah ini bukan asli tetapi baru datang. Contoh:اِرْجِعِيْ، اِرْحَمْ، اِرْجِعُوْا، اَمِ ارْتَابُوْا
  • Ra bertanda baca sukun, sedang huruf di belakangnya berharakat kasrah asli dan sesudah ra bertemu dengan huruf isti’la (حَرْفُ اِسْتِعْلاَءٍ) yang terdapat tujuh huruf yang terkumpul pada kalimat:  خُصَّ ضَغْطٍ قِظْ Contoh:يَرْضَاهُ، فُرْقَةٌ، لَبِالْمِرْصَادِ، قِرْطَاسٌ


C. Bacaan Tarqiq

Pertama, huruf lam dibacan tarqiq (tipis), jika huruf lam berada dalam lam jalalah yang didahului huruf yang bertanda baca kasrah.
Contoh:اَلْحَمْدُ ِللهِ، بِاللهِ، مِنْ عِنْدِ اللهِ، بِسْمِ اللهِ

Semua lam yang tidak berada pada lafal jalalah sebagaimana dijelaskan di atas, maka harus dibaca tarqiq (tipis).

Contoh:لَيَعْلَمُوْنَ، اِلَى اْلاِبِلِ، مِنَ الْعِلْمِ، كَلاَّ لَوْتَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِ، بَكُلِّ آيَةٍ

Kedua, huruf ra wajib dibaca tarqiq (tipis) jika:

  • Huruf ra bertanda baca kasrah. Contoh:رِضْوَانٌ، مَعْرِفَةٌ، رِجْسٌ، سَنُقْرِئُكَ
  • Huruf ra bertanda baca hidup yang jatuh setelah ya mati atau huruf lien. Contoh:اَلْكَبِيْرُ، مِنْ خَيْرٍ، اَلْبَصِيْرُ، لَخَبِيْرٌ
  • Huruf ra mati dan sebelumnya ada huruf yang berharakat kasrah asli, sedang sesudah ra bukan huruf isti’la. Contoh:شِرْكٌ، اَاَنْذَرْتَهُمْ، فِرْعَوْنَ، لَشِرْذِمَةٌ(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Mad Lazim Kalimi Mutsaqol

1:40 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mad Lazim Kalimi Mutsaqol - Mad Lazim Kalimi Mutsaqol adalah Mad yang terjadi dari Mad Thobi’i yang diikuti oleh huruf bertasydid, dimana keduanya masih berada pada satu kata. Bila tanda tasydid berada di lain kata, maka tidak terjadi mad. Durasi Mad Lazim Kalimi Mutsaqol adalah 6 harokat.


  • Disebut Mad Lazim karena mesti dibaca panjang.
  • Dinamakan Kalimi karena mad itu terjadi pada kata.
  • Dinamakan Mutsaqqal karena berat mengucapkannya.


Berikut ini adalah contoh  Mad Lazim Kalimi Mutsaqol  (perhatikan tampilan berwarna merah)


Apabila diasumsikan panjang Mad Lazim Kalimi Mutsaqol adalah 6 ketukan, maka cara membaca Mad Lazim Kalimi Mutsaqol  adalah sebagai berikut:



Panjang bacaan Mad Lazim Kalimi Mutsaqol pada “dloooooolliina” adalah 6 ketukan, yaitu dari  ketukan ke-4 hingga ketukan ke-9. Karena itu, praktek pembacaan Mad Lazim Kalimi Mutsaqol  adalah :

Ketukan ke-4 berbunyi “dlo”.  Pertahankan bunyi “o” hingga ketukan ke-9. Pada ketukan ke-9, bunyi huruf tasydid setelahnya (lam)  terbawa. Yang terdengar panjang adalah suara “o”-nya. Kira-kira, kalau satu huruf  “o” mewakili satu ketukan, bunyi lengkap Mad Lazim Kalimi Mutsaqol adalah : “waladldloooooolliina”.   Bunyi vokal “o” dari ketukan ke-4 hingga bunyi “l” pada ketukan ke-9  TIDAK BOLEH TERPUTUS.(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Mad Lazim Kalimi Mukhoffaf

1:38 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mad Lazim Kalimi Mukhoffaf - Mad Lazim Kalimi Mukhoffaf adalah mad yang terjadi dari pertemuan antara Mad Badal dengan huruf  bertanda sukun (mati). Durasi Mad Lazim Kalimi Mukhoffaf  adalah 6 harokat.


  • Disebut Mad Lazim karena mesti dibaca panjang.
  • Dinamakan Kalimi karena mad itu terjadi dalam satu kata.
  • Dinamakan Mukhoffaf, karena ringan mengucapkannya, dengan tidak adanya tasydid.
  • Kasus mad ini hanya terjadi di 2 tempat dalam Al-quran, yaitu pada surat Yunus (10) ayat 51 dan 91.


Berikut ini adalah Mad Lazim Kalimi Mukhoffaf  (perhatikan tampilan berwarna merah) :



Apabila diasumsikan panjang Mad Lazim Kalimi Mukhoffaf adalah 6 ketukan, maka cara membaca Mad Lazim Kalimi Mukhoffaf adalah sebagai berikut :



Panjang bacaan Mad Lazim Kalimi Mukhoffaf  pada “aaaaaal” adalah 6 ketukan, yaitu dari  ketukan ke-1 hingga ketukan ke-6. Karena itu, praktek pembacaan Mad Lazim Kalimi Mukhoffaf   adalah :
Ketukan ke-1 berbunyi “a”.  Pertahankan bunyi “a” hingga ketukan ke-6. Pada ketukan ke-6, bunyi huruf lam sukun setelahnya (l)  terbawa. Yang terdengar panjang adalah suara “a”-nya. Kira-kira, kalau satu huruf  “a” mewakili satu ketukan, bunyi lengkap Mad Lazim Kalimi Mukhoffaf   adalah “aaaaaal-aana”. Bunyi vokal “a” dari ketukan ke-1 hingga bunyi “l” pada ketukan ke-6  TIDAK BOLEH TERPUTUS.(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Mad Lazim Harfi Mutsaqol

1:36 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mad Lazim Harfi Mutsaqol - Mad Lazim Harfi Mutsaqol  adalah Mad Thobi’i yang bertemu dengan tasydid (karena idghom) yang terjadi pada rangkaian Huruf Muqotho’ah. Durasi Mad Lazim Harfi Mutsaqol adalah 6 ketukan.


  • Disebut Mad Lazim karena mesti dibaca panjang.
  • Dinamakan Harfi karena mad itu terjadi pada huruf.
  • Dinamakan Mutsaqqal, karena berat mengucapkannya akibat adanya tasydid pada sukun tersebut.


Contoh Mad Lazim  Harfi Mutsaqol adalah:


Huruf  “lam” yang bertemu huruf “mim” dan  huruf ‘”sin” yang bertemu huruf “mim”, masing-masing menimbulkan tasydid dan menjadi idghom. Itulah yang disebut dengan Mad Lazim Harfi Mutsaqol.

Cara Membaca Mad Lazim Harfi Mutsaqol :



Panjang bacaan Mad Lazim Harfi Mutsaqol   pada “siiiiin” adalah 6 ketukan, yaitu dari  ketukan ke-3 hingga ketukan ke-8. Dan panjang bunyi  “miiiiim” adalah 6 ketukan, yaitu dari  ketukan ke-12 hingga ketukan ke-17.  Diantara keduanya (siiiiin dan miiiiim) ada bunyi ghunnah (dengung), karena sifat bunyi “n” akan melebur ke bunyi “m”. Durasi bacaan ghunnah adalah 4 ketukan, dari ketukan ke-9 hingga ketukan ke-12. Karena itu, praktek pembacaan Mad Lazim Harfi Mutsaqol  adalah :
Ketukan ke-3 berbunyi “si”.  Pertahankan bunyi “i” hingga ketukan ke-8. Yang terdengar panjang adalah bunyi “i”-nya. Bunyi “i” dari ketukan ke-3 hingga ketukan ke-8 tidak boleh terputus.  Bunyi “i” tersebut menghilang bersamaan dengan tersambarnya bunyi “m” pada ketukan ke-8.
Dengungnya bunyi “m” dimulai sejak ketukan ke-8, namun mulai dihitung ketukannya sejak ketukan ke-9 hingga ketukan ke-12.  Dengungan suara “m” sejak ketukan ke-9 hingga ketukan ke-12 tidak boleh terputus. Bunyi dengung “m” akan menghilang bersamaan dengan bunyi “mi” pada ketukan ke-12.

Bersamaan dengan ketukan ke-12 terdengar bunyi “mi”.  Pertahankan bunyi “i” hingga ketukan ke-17. Yang terdengan panjang adalah bunyi “i”-nya. Bunyi “i” dari ketukan ke-12 hingga ketukan ke-17 tidak boleh terputus.  Bunyi “i” tersebut menghilang bersamaan dengan tersambarnya bunyi “m” pada ketukan ke-17. Bunyi “m” terakhir, menghilang bersamaan dengan jatuhnya ketukan ke-18
Contoh lain dari Mad Lazim Harfi Mutsaqol adalah sebagai berikut :



(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Mad Lazim Harfi Mukhoffaf

1:33 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mad Lazim Harfi Mukhoffaf - Mad Lazim Harfi Mukhoffaf  adalah Mad Thobi’i yang bertemu sukun yang terjadi pada rangkaian huruf-huruf Muqotho’ah. Durasi Mad Lazim  Harfi Mukhoffaf adalah 6 ketukan.


  • Disebut Mad Lazim karena mesti dibaca panjang.
  • Dinamakan Harfi karena mad itu terjadi pada huruf.
  • Dinamakan Mukhoffaf, karena ringan mengucapkannya tanpa bertasydid.


  Contoh Mad Lazim Harfi Mukhoffaf  adalah :



Huruf-huruf yang ditampilkan dengan warna biru, itulah yang disebut Mad Lazim Harfi Mukhoffaf.
Cara membaca Mad Lazim Harfi Mukhoffaf :


 (Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Mad Harfi

1:30 PM 0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mad Harfi  - Mad Harfi adalah bacaan panjang pada Huruf Muqotho’ah. Huruf Muqotho’ah adalah huruf yang dibaca sebagaimana nama hurufnya. Huruf Muqotho’ah terdapat pada ayat pertama surat-surat tertentu sebagai pembuka surat. Oleh karena itu Huruf Muqotho’ah juga disebut Fawatikhus Suwar. Secara garis besar, Huruf Muqotho’ah dibaca dengan 3 pola sebagai berikut :

Pertama : Tidak ada mad (pemanjangan suara) yaitu huruf Alif.  Huruf Alif sebagai Huruf Muqotho’ah dibaca dengan bunyi “Alif”

Kedua : Mad sepanjang 2 ketukan, terjadi pada huruf-huruf berikut:



Ketiga : Mad sepanjang 6 ketukan, terjadi pada huruf-huruf berikut :


Contoh ayat yang mengandung Huruf Muqotho’ah adalah:


Huruf berwarna merah dibaca dengan durasi 2 ketukan, sedangkan huruf berwarna biru panjangnya 6 ketukan.

Bagaimana cara membedakan huruf yang dibaca 2 ketukan dan 6 ketukan? Perhatikan bedanya !  Huruf-huruf yang apabila dituliskan namanya, ia terdiri dari 2 huruf, maka ia dibaca 2 ketukan (seperti : ro’, ha, ya, tho dan kha). Huruf-huruf yang apabila dituliskan namanya, ia terdiri dari 3 huruf, maka ia dibaca 6 ketukan, seperti : nun, qaf, shod,  ‘ain, sin, lam, kaf dan mim).
(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين