Mad ‘Aridl Lissukun

1:01 PM
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mad ‘Aridl Lissukun - Mad ‘Aridl Lissukuun adalah Mad Thobi’i yang diikuti oleh huruf hidup yang dimatikan, karena ada di akhir bacaan (posisi waqof). Boleh jadi, akhir bacaan itu pas terjadi di akhir ayat (ditandai nomor ayat). Atau bisa juga terjadi di tengah ayat, yang karena terbatasnya nafas, bacaan harus terhenti sebelum akhir ayat. Mad ‘Aridl Lissukun hanya terjadi pada akhir bacaan (posisi waqof).  Durasi yang diperkenankan untuk Mad ‘Aridl Lissukun adalah 2, atau 4 atau 6 ketukan.

Mana yang dipilih? Intinya adalah bukan pada pilihan 2, 4 atau 6 ketukan, tetapi pada ke-konsisten-an kita dalam mempraktekkannya. Misalnya, jika kita memilih membaca Mad ‘Aridl Lissukuun dengan 4 ketukan, maka kita harus konsisten mempraktekkannya pada semua akhir bacaan mad ini.

Untuk memperjelas penjelasan tentang Mad ‘Aridl Lissukun, mari kita simak contoh berikut:



Deret huruf yang ditampilkan dengan warna merah, itulah deret huruf yang menunjukkan Mad ‘Aridl Lissukun. Tentunya dengan syarat, bahwa pembaca akan mengakhiri bacaan pada setiap akhir ayat. Bila Surat Attiin dibaca total hanya dengan satu nafas (tidak berhenti kecuali di akhir surat) maka Mad ‘Aridl Lissukun hanya terjadi pada akhir ayat terakhir. Untuk diingat, Mad ‘Aridl Lissukun hanya terjadi pada akhir bacaan (posisi waqof).

Cara Membaca Mad ‘Aridl Lissukuun  : Dengan asumsi panjang Mad ‘Aridl Lissukuun adalah 4 ketukan, maka cara membaca Mad “Aridl Lissukuun adalah sebagai berikut:



Panjang ketukan dari bunyi “nin” adalah 4 ketukan, yaitu dari bunyi “ni” pada ketukan ke-7 hingga bunyi “..n” pada ketukan ke-10. Karena itu, praktek pembacaan Mad ‘Aridl Lissukuun adalah :


Ketukan ke-7 berbunyi “ni”. Pertahankan bunyi “ni” hingga ketukan ke-10, sehingga bunyi “ni” akan bersambung dengan bunyi “n”.  Jadi yang terdengar panjang adalah suara “i”-nya. Kira-kira, kalau satu huruf  “i” mewakili satu ketukan, bunyi lengkap contoh di atas adalah “wathuurisiiniiiin”. Bunyi “..n” pada ketukan ke-10 akan menghilang berbarengan dengan jatuhnya ketukan ke-11.
(Belajar Tajwid)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Artikel Terkait

Previous
Next Post »